DAMI

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

August 12, 2026
Jika hanya melihat volume penjualan, TikTok Shop Indonesia masih terlihat sebagai pasar yang didominasi kategori beauty dan personal care.
Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

Jika hanya melihat volume penjualan, TikTok Shop Indonesia masih terlihat sebagai pasar yang didominasi kategori beauty dan personal care.

Namun, jika melihat lebih jauh pada pertumbuhan kategori, peran konten, dan perkembangan ekosistem kreator, terlihat perubahan yang jauh lebih menarik:

TikTok Shop Indonesia mulai bergerak dari pasar yang didominasi beauty menuju pertumbuhan yang semakin beragam.

Berdasarkan data FastMoss, pada Juli 2026 terdapat 31 kategori tingkat pertama di TikTok Shop Indonesia. Beauty & Personal Care masih menjadi kategori terbesar, dengan penjualan bulanan mencapai 113 juta unit dan GMV sekitar Rp10,35 triliun.

Di saat yang sama, kategori Automotive & Motorcycle mencatat pertumbuhan GMV sebesar 158,78% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya kategori dengan pertumbuhan tercepat. Mobile Phones & Electronics, Home Improvement, dan Men’s Fashion juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.

Yang tidak kalah penting, livestream dan video pendek semakin berperan dalam proses konsumen menemukan produk hingga melakukan pembelian.

Artinya, persaingan di TikTok Shop Indonesia bukan lagi sekadar soal produk apa yang paling banyak terjual.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Kategori mana yang sedang tumbuh, produk seperti apa yang lebih mudah dijual melalui konten, dan bagaimana konsumen menemukan serta membeli produk tersebut?

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

1. Beauty Masih Menjadi Fondasi TikTok Shop Indonesia, tetapi Pola Pertumbuhannya Mulai Berubah

Beauty & Personal Care masih menjadi kategori terbesar di TikTok Shop Indonesia.

Pada Juli 2026, kategori ini mencatat penjualan bulanan sebesar 113 juta unit dengan GMV sekitar Rp10,35 triliun. GMV tumbuh 33,96% secara tahunan, sementara volume penjualan meningkat 21,05%.

Skalanya sangat besar. Lebih dari 760 ribu produk aktif berada di kategori ini, sementara lebih dari 3,8 juta kreator ikut mempromosikan produk dan menghasilkan hampir 4,84 juta video pendek yang terhubung dengan penjualan selama satu bulan.

Namun, struktur pertumbuhan kategori beauty juga mulai berubah.

Subkategori seperti skincare, parfum, dan perawatan rambut terus berkembang. Perawatan tangan, kaki, dan kuku tumbuh 45,83% secara bulanan, parfum naik 28,11%, sementara skincare meningkat 26,20%.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen mulai bergerak dari kebutuhan perawatan dasar menuju kebutuhan yang lebih spesifik dan berbasis situasi penggunaan.

Dari sisi harga, kategori beauty masih sangat kuat di segmen mass market.

Produk dengan harga Rp10.000–Rp50.000 menyumbang 49% dari total volume penjualan kategori.

Namun, produk premium juga memiliki peluang. Produk dengan harga di atas Rp1 juta menyumbang kurang dari 1% volume penjualan, tetapi menghasilkan sekitar 8,7% GMV.

Artinya, pasar beauty Indonesia bukan sekadar soal siapa yang menawarkan harga paling murah.

Persaingannya mulai terbagi menjadi beberapa lapisan:

Produk dengan harga terjangkau mendorong volume, produk yang berbeda mendorong pertumbuhan, sementara brand premium mengandalkan nilai produk dan kekuatan brand.

Brand lokal juga masih memiliki keunggulan yang kuat.

JJ Glow, SYB, Azalea, dan KIME termasuk dalam jajaran produk terlaris, menunjukkan bahwa konsumen Indonesia sudah memiliki tingkat pengenalan yang cukup tinggi terhadap brand lokal.

Bagi brand yang baru masuk ke Indonesia, sekadar menawarkan produk serupa tentu tidak akan cukup.

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

2. Automotive & Motorcycle Menjadi Kuda Hitam Pertumbuhan Terbesar di TikTok Shop Indonesia

Jika Beauty & Personal Care merupakan fondasi TikTok Shop Indonesia, maka Automotive & Motorcycle menjadi salah satu peluang pertumbuhan yang paling menarik saat ini.

Pada Juli 2026, kategori ini mencatat penjualan bulanan sebesar 37,4 juta unit dengan GMV sekitar Rp7,09 triliun.

GMV tumbuh 158,78% secara tahunan, sedangkan volume penjualan meningkat 62,07%.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kategori utama lainnya.

Spare part dan aksesori motor menyumbang 57,6% dari total volume penjualan kategori. Spare part mobil tumbuh 115,02% secara bulanan, sementara spare part motor meningkat 78,62%.

Pertumbuhan ini juga berkaitan erat dengan karakter pasar Indonesia.

Indonesia memiliki basis pengguna sepeda motor yang sangat besar. Dari sini terbentuk ekosistem kebutuhan yang luas, mulai dari perawatan, perbaikan, modifikasi hingga berbagai aksesori kendaraan.

Selama ini, banyak pembelian produk tersebut dilakukan melalui toko offline dan jalur distribusi tradisional.

Namun, semakin banyak konsumen mulai terbiasa membeli produk aftermarket otomotif secara online, sehingga membuka peluang baru bagi TikTok Shop.

Hal lain yang menarik adalah:

harga bukan satu-satunya faktor persaingan.

Produk otomotif dan motor memiliki rentang harga yang jauh lebih beragam dibandingkan produk beauty.

Produk dengan harga di atas Rp1,5 juta hanya menyumbang sekitar 1,1% volume penjualan, tetapi menghasilkan 18,8% GMV.

Ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia bersedia membayar lebih ketika sebuah produk mampu menyelesaikan masalah yang jelas atau memberikan manfaat yang nyata.

Karena itu, kategori otomotif dan motor di TikTok Shop Indonesia mungkin sedang bergerak dari kategori yang sebelumnya lebih bergantung pada model marketplace menuju peluang baru yang lebih berbasis konten.

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

3. Traffic TikTok Shop Mulai Bergeser dari Marketplace ke Konten

Selain pertumbuhan kategori, ada satu perubahan lain yang perlu diperhatikan seller:

konsumen semakin sering menemukan produk melalui livestream dan video pendek.

Setiap kategori memiliki pola belanja yang berbeda.

Pada Women’s Fashion & Underwear, video pendek menyumbang 28,17% GMV. Muslim Fashion mencapai 19,35%, sementara Men’s Fashion mencapai 22,75%.

Kategori-kategori tersebut sangat mengandalkan visual.

Konsumen ingin melihat bagaimana pakaian terlihat ketika dikenakan, bagaimana cara memadukannya, dan seperti apa tampilannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, video pendek sangat cocok untuk membantu konsumen menemukan produk.

Sementara itu, pada Mobile Phones & Electronics, kontribusi GMV dari livestream mencapai 28,26%. Food & Beverage mencapai 23,07%, sedangkan Beauty & Personal Care mencapai 21,52%.

Kategori-kategori ini lebih mudah didorong melalui demonstrasi produk, penjelasan, dan interaksi secara langsung.

Di sisi lain, Home Improvement, Computers & Office Equipment, Household Products, serta Automotive & Motorcycle masih lebih banyak mengandalkan traffic dari search dan marketplace.

Namun, arah keseluruhannya mulai berubah.

Di banyak kategori, kontribusi livestream dan video pendek terus meningkat, sementara ketergantungan pada traffic marketplace tradisional mulai berkurang.

Artinya:

TikTok Shop semakin berkembang menjadi platform belanja berbasis konten, bukan sekadar etalase produk online.

Bagi seller, perubahan ini membuat pertanyaan yang harus dijawab juga ikut berubah.

Dulu, halaman produk yang bagus, harga kompetitif, dan ranking pencarian mungkin sudah cukup untuk mendapatkan traffic.

Ke depan, semakin banyak produk harus terlebih dahulu menjawab satu pertanyaan:

Mengapa konsumen harus berhenti scroll dan melihat produk ini?

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

4. Produk Viral Tidak Selalu Datang dari Brand Besar

Data produk terlaris pada Juli 2026 juga menunjukkan fenomena menarik.

Beauty & Personal Care mengisi enam dari 10 posisi produk terlaris. Namun, beberapa produk dari kategori lain juga mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

UNIQSOO travel shoe bag, misalnya, mencapai sekitar 239.900 penjualan bulanan dengan pertumbuhan lebih dari 10.000%. Sementara TAIYO wall-climbing spider toy mencapai sekitar 200.900 penjualan dengan pertumbuhan hampir 2.000%.

Produk-produk tersebut bukanlah brand global besar dalam pengertian tradisional.

Namun, mereka memiliki satu kesamaan:

mudah dipahami dan mudah ditampilkan melalui konten.

Produk baru juga menunjukkan peluang yang cukup besar.

Di antara produk terlaris yang baru diluncurkan dalam 30 hari terakhir terdapat celana wanita, stiker motor, essential oil, kaus anak, dan kipas portabel.

Nu Aroma essential oil, misalnya, mencapai 10.000 penjualan hanya dalam tiga hari setelah diluncurkan. Produk celana wanita bergaris juga mendekati 9.800 penjualan dalam tiga hari.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan produk baru di TikTok Shop tidak sepenuhnya bergantung pada popularitas brand.

Produk baru yang mampu menemukan angle konten yang tepat dapat menggunakan video pendek atau livestream untuk mendapatkan pelanggan pertama, mengumpulkan feedback, dan menguji permintaan pasar.

Logikanya mulai berubah dari:

“Bangun brand terlebih dahulu, lalu cari penjualan.”

menjadi:

“Temukan kebutuhan terlebih dahulu, lalu gunakan konten untuk memperbesar penjualan.”

Itulah sebabnya brand kecil dan produk baru masih memiliki ruang untuk tumbuh di TikTok Shop Indonesia.

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

5. Persaingan Kreator Mulai Bergeser dari Jumlah Followers ke Keahlian

Jika melihat daftar kreator TikTok Shop Indonesia dengan GMV tertinggi, ada satu hal yang cukup menarik:

kreator dengan penjualan tertinggi belum tentu memiliki jumlah followers terbesar.

Dari 10 kreator dengan GMV tertinggi pada Juli 2026, tujuh di antaranya berasal dari kategori IT dan teknologi.

Kreator peringkat pertama, rbs.gadget, memiliki sekitar 154 ribu followers, tetapi menghasilkan GMV bulanan sekitar US$7,99 juta.

Sebagai perbandingan, seorang kreator teknologi dengan lebih dari 2,1 juta followers menghasilkan sekitar US$4,94 juta GMV bulanan.

Mengapa perbedaannya bisa begitu besar?

Karena untuk kategori dengan harga relatif tinggi seperti elektronik, konsumen sering kali lebih memperhatikan:

  • Apakah kreator benar-benar memahami produknya
  • Apakah produk dapat dijelaskan dengan jelas
  • Apakah produk dapat didemonstrasikan secara nyata
  • Apakah kreator mampu menjawab pertanyaan konsumen
  • Apakah audiensnya memang tertarik pada kategori tersebut

Berdasarkan data tersebut, livestream menyumbang lebih dari 98% GMV dari seluruh kreator dalam daftar 10 besar. Ini menunjukkan bahwa livestream masih menjadi channel yang sangat penting bagi kreator teknologi.

Akun resmi brand juga mulai memainkan peran yang semakin besar.

Xiaomi Indonesia, misalnya, mencatat GMV bulanan sekitar US$2,95 juta. Ini menunjukkan bahwa livestream yang dilakukan langsung oleh brand juga dapat menjadi channel penjualan yang penting.

Ekosistem kreator Indonesia dengan demikian mulai memasuki tahap yang lebih matang.

Bagi seller, melihat jumlah followers saja semakin tidak cukup.

Yang lebih penting adalah:

apakah kreator tersebut cocok dengan produk, dan apakah ia mampu menjelaskan nilai produk dengan cara yang mudah dipahami audiens.

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

6. Tahap Berikutnya TikTok Shop Indonesia: Pertumbuhan Mulai Bergerak ke Pasar yang Lebih Spesifik

Jika seluruh data Juli 2026 digabungkan, TikTok Shop Indonesia menunjukkan struktur pasar yang semakin jelas.

Beauty & Personal Care masih menjadi kategori terbesar, tetapi persaingannya sudah sangat ketat. Automotive & Motorcycle tumbuh paling cepat. Mobile Phones & Electronics memiliki ekosistem livestream yang kuat dengan dukungan kreator yang lebih profesional. Women’s Fashion dan Muslim Fashion juga sangat bergantung pada konten video pendek.

Dari sisi peluang pertumbuhan, beberapa area yang layak diperhatikan antara lain:

Aksesori Otomotif & Motor — salah satu area dengan pertumbuhan tercepat, terutama spare part, aksesori, dan produk dekorasi motor.

Mobile Phones & Electronics — nilai transaksi yang lebih tinggi membuka peluang bagi kreator spesialis dan livestream yang dilakukan langsung oleh brand.

Women’s Fashion — sangat bergantung pada video pendek dan livestream, dengan tren yang berubah cepat.

Essential Oil & Fragrance — produk baru dapat memperoleh traction dengan cepat dan cocok untuk diuji melalui livestream.

Home Improvement — pertumbuhan GMV cukup kuat, tetapi masih banyak mengandalkan traffic marketplace sehingga masih memiliki ruang untuk berkembang melalui konten.

Beauty tetap menjadi kategori yang menarik, tetapi persaingannya semakin matang.

Brand perlu memikirkan lebih dari sekadar harga, termasuk diferensiasi produk, kekuatan brand lokal, sertifikasi halal, dan strategi kerja sama dengan kreator.

Artinya, TikTok Shop Indonesia mulai bergerak keluar dari model sederhana:

“Masuk ke kategori yang sedang populer, lalu jual produk.”

Pasarnya semakin membutuhkan pendekatan yang lebih spesifik dan terukur.

Apa yang Sedang Terjadi di TikTok Shop Indonesia? Beauty Tetap Menjadi Fondasi, Sementara Produk Otomotif & Motor Menjadi “Kuda Hitam” Pertumbuhan Terbesar

Kesimpulan: TikTok Shop Indonesia Memasuki Tahap Pertumbuhan yang Lebih Terarah

Data Juli 2026 menunjukkan bahwa TikTok Shop Indonesia masih menjadi pasar yang sangat aktif dan terus berkembang.

Beauty & Personal Care tetap menghasilkan volume penjualan terbesar. Automotive & Motorcycle menjadi kategori dengan pertumbuhan tercepat, sementara Mobile Phones & Electronics memanfaatkan nilai transaksi yang lebih tinggi serta ekosistem kreator profesional.

Di saat yang sama, livestream dan video pendek terus memperbesar perannya dalam proses penemuan produk hingga pembelian.

Artinya, persaingan TikTok Shop Indonesia ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki lebih banyak produk.

Persaingan akan semakin ditentukan oleh:

siapa yang mampu menemukan kebutuhan niche yang sedang tumbuh, siapa yang mampu menampilkan produk melalui konten dengan lebih menarik, dan siapa yang mampu menemukan kreator yang benar-benar sesuai dengan produknya.

Bagi seller yang ingin masuk ke pasar Indonesia, peluang masih terbuka lebar.

Namun, pertanyaan yang lebih penting bukan lagi sekadar:

“Produk apa yang paling laku?”

Melainkan:

“Produk apa yang sedang tumbuh, mengapa produk tersebut tumbuh, dan dari mana kemungkinan produk breakout berikutnya akan muncul?”