TikTok Shop terus memperluas jangkauan e-commerce globalnya.
Sejumlah laporan pasar terbaru menyebutkan bahwa TikTok Shop berpotensi memperluas operasinya ke Arab Saudi, Korea Selatan, dan Australia pada kuartal pertama 2027. Jika rencana tersebut terealisasi, langkah ini akan menjadi bagian penting dari ekspansi TikTok Shop ke pasar Timur Tengah, Asia yang sudah matang, serta pasar berbahasa Inggris dengan daya beli tinggi.
Bagi seller cross-border, pembukaan pasar baru memang berarti peluang baru. Namun di saat yang sama, biaya untuk melakukan riset dan pengujian pasar juga akan meningkat.
Nilai sebuah pasar baru tidak hanya ditentukan oleh seberapa rendah tingkat persaingannya. Seller juga perlu melihat daya beli konsumen, ekosistem konten, supply chain, regulasi, serta ketersediaan creator.
Arab Saudi, Korea Selatan, dan Australia memiliki karakter pasar yang sangat berbeda. Karena itu, daripada langsung mempertaruhkan seluruh sumber daya ke satu pasar, seller sebaiknya memahami terlebih dahulu karakter masing-masing pasar.

Arab Saudi Menawarkan Potensi Pertumbuhan, tetapi Membutuhkan Persiapan Lebih Awal
Arab Saudi menarik perhatian karena memiliki daya beli yang kuat dan potensi pertumbuhan social commerce yang masih besar.
Dibandingkan dengan pasar yang sudah matang seperti Amerika Serikat, ekosistem content commerce di Arab Saudi masih terus berkembang. Pada saat yang sama, konsumen lokal memiliki daya beli yang kuat, sementara platform seperti TikTok memiliki pengaruh besar di kalangan konsumen muda.
Jika TikTok Shop benar-benar memperluas operasinya ke Arab Saudi, seller yang masuk lebih awal berpotensi mendapatkan kesempatan untuk membangun posisi sebelum persaingan semakin padat.
Namun, Arab Saudi bukan pasar yang bisa dimasuki hanya dengan menyalin strategi dari Amerika Serikat.
Bahasa, budaya dan kebiasaan masyarakat, pola belanja, serta momen musiman dapat memengaruhi permintaan produk. Periode penting seperti Ramadan juga dapat mengubah perilaku konsumen dan preferensi terhadap konten.
Karena itu, seller yang ingin mempersiapkan pasar Arab Saudi sebaiknya tidak langsung fokus pada pertanyaan apakah harus melakukan stok besar.
Yang lebih penting adalah memahami produk apa yang sesuai dengan konsumen lokal, jenis konten apa yang dapat diterima, serta bagaimana membangun strategi konten dan creator yang benar-benar lokal.
Aspek compliance juga perlu dipersiapkan sejak awal. Sertifikasi produk, VAT, serta berbagai persyaratan impor dan penjualan lokal dapat memengaruhi kelancaran masuknya produk ke pasar.
Karena itu, ketika pasar mulai dibuka, pendekatan pengujian dalam skala kecil akan lebih masuk akal dibandingkan langsung melakukan investasi inventory dalam jumlah besar.
Korea Selatan Bukan Pasar Biru, Kualitas Konten Akan Menjadi Hambatan Utama
Jika Arab Saudi merupakan pasar yang masih berkembang, Korea Selatan memiliki karakter yang sangat berbeda.
Konsumen Korea Selatan sudah sangat terbiasa dengan belanja online, sementara persaingan e-commerce lokal juga sangat kuat. Di sisi lain, Korea Selatan memiliki industri konten yang sangat besar dan pengaruh budaya yang kuat di dunia, terutama dalam kategori Beauty, Fashion, dan Lifestyle.
Artinya, meskipun daya beli konsumen Korea Selatan tinggi, masuk ke pasar tersebut tidak otomatis berarti seller akan mendapatkan traffic dengan mudah.
Justru pasar yang sudah matang biasanya memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap produk, brand, dan kualitas konten.
Sekadar menerjemahkan deskripsi produk, menggunakan kembali materi iklan yang terlalu umum, atau hanya mengandalkan harga murah akan sulit menghasilkan pertumbuhan jangka panjang.
Jika TikTok Shop resmi masuk ke Korea Selatan, tantangan utamanya mungkin bukan mencari produk yang belum memiliki banyak kompetitor, tetapi mampu menyampaikan produk dengan cara yang terasa natural bagi konsumen Korea.
Hal ini juga akan membuat peran creator semakin penting.
Konsumen Korea sudah sangat familiar dengan short-form content dan biasanya dapat dengan cepat membedakan antara rekomendasi yang natural dengan iklan yang terlalu terlihat sebagai promosi.
Daripada bekerja dengan banyak creator hanya untuk satu kali campaign, brand akan lebih diuntungkan jika mulai membangun jaringan creator secara bertahap dan menemukan creator yang benar-benar sesuai dengan karakter brand dan gaya kontennya.

Australia Memiliki Keunggulan Konten Berbahasa Inggris, tetapi Regulasi Lokal Tetap Penting
Australia memiliki karakter pasar yang berbeda lagi.
Salah satu keuntungan pasar berbahasa Inggris adalah seller mungkin sudah memiliki banyak aset konten dalam bahasa Inggris. Konten produk, struktur video, dan format kreatif yang sebelumnya telah diuji di Amerika Serikat atau Inggris dapat diadaptasi untuk Australia dalam kondisi tertentu, sehingga biaya produksi konten awal dapat ditekan.
Namun, konten yang bisa digunakan kembali tidak berarti seluruh strategi pasar dapat langsung disalin.
Konsumen Australia tetap memiliki kebiasaan belanja, preferensi produk, dan tingkat harga yang berbeda. Selain itu, persyaratan terkait keamanan produk, impor, perpajakan, dan badan usaha juga perlu diperhatikan.
Kategori seperti home, outdoor, dan lifestyle dapat memiliki peluang yang menarik di Australia. Namun seller tetap perlu memvalidasi permintaan sebelum meningkatkan inventory atau investasi secara signifikan.
Kesalahan yang paling sering terjadi ketika memasuki pasar baru adalah menganggap potensi pasar berarti produk kita pasti akan berhasil.
Padahal, masih ada proses pengujian yang harus dilakukan di antara kedua hal tersebut.
Pada Tahap Awal, Mengurangi Biaya Pengujian Lebih Penting daripada Langsung All In
Ketika melihat pasar baru akan dibuka, banyak seller biasanya langsung berpikir untuk mengamankan inventory, traffic, dan creator sebanyak mungkin.
Padahal, dalam pasar baru, sesuatu yang paling sulit didapatkan sering kali bukan produk, melainkan informasi yang benar-benar dapat diandalkan.
Seller mungkin belum tahu berapa harga yang bersedia dibayar konsumen lokal.
Belum tahu keunggulan produk mana yang paling mudah dipahami.
Belum tahu jenis short-form content apa yang menghasilkan engagement.
Dan belum tahu creator mana yang benar-benar mampu menghasilkan conversion.
Semua pertanyaan tersebut membutuhkan pengujian langsung.
Karena itu, strategi small-scale testing biasanya lebih masuk akal pada tahap awal. Mulailah dengan sejumlah kecil produk yang memiliki potensi, kemudian validasi secara bertahap melalui konten, kerja sama dengan creator, dan data order.
Dari sisi supply chain, seller dapat memilih antara direct shipping, managed fulfillment, atau stok dalam jumlah kecil sesuai karakter pasar, daripada langsung melakukan inventory besar sejak awal.
Dari sisi konten, lakukan pengujian terhadap berbagai cara penyampaian dan struktur kreatif sebelum menginvestasikan biaya produksi dalam jumlah besar.
Hal yang sama berlaku untuk creator.
Jika seller baru masuk ke pasar dan langsung mengalokasikan budget besar kepada creator besar, akan sulit mengetahui apakah hasil tersebut berasal dari produk, creator, konten, atau traffic.
Dengan melakukan pengujian terhadap lebih banyak creator dalam skala kecil, seller dapat menemukan kombinasi creator dan format konten yang lebih sesuai dengan pasar.
Kerja Sama dengan Creator Akan Menjadi Bagian Penting dalam Pengujian Pasar Baru
Dalam ekosistem TikTok Shop, creator bukan hanya channel penjualan.
Mereka juga dapat menjadi sumber informasi penting mengenai konsumen lokal.
Cara seorang creator lokal memperkenalkan produk, fitur apa yang paling banyak mendapatkan komentar, serta konten seperti apa yang menghasilkan engagement dapat memberikan insight pasar yang sangat berharga.
Karena itu, pengelolaan creator di pasar baru sebaiknya tidak berhenti pada aktivitas "mencari creator untuk membuat video".
Yang lebih penting adalah membangun proses pengembangan creator yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Misalnya, seller dapat mencari creator berdasarkan kategori produk, kemudian melakukan screening berdasarkan ukuran audience, gaya konten, dan kesesuaian audience. Setelah itu, seller dapat melakukan outreach secara lebih efisien dan terus memperbarui kriteria berdasarkan respons serta hasil kerja sama.
Ketika jumlah creator bertambah dari beberapa orang menjadi puluhan atau bahkan ratusan, hanya mengandalkan pencarian manual, spreadsheet, dan menghubungi creator satu per satu akan semakin memakan waktu.
Di sinilah DAMI dapat membantu.
DAMI bukan alat untuk menggantikan keputusan seller dalam menentukan strategi pasar. DAMI membantu membuat proses menemukan, menyaring, menghubungi, dan mengelola TikTok Creator menjadi lebih sistematis.
Untuk pengujian pasar baru, kemampuan ini sangat penting.
Tujuannya bukan sekadar menemukan sebanyak mungkin creator, tetapi membangun siklus yang dapat terus dijalankan:
Discover → Filter → Outreach → Collaborate → Review → Refine
Ketika siklus tersebut berjalan secara konsisten, seller tidak hanya mendapatkan beberapa order. Seller juga mulai membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai pasar.

Kemampuan yang Perlu Dipersiapkan Adalah Sistem Pengujian Pasar Baru yang Bisa Diulang
Apakah Arab Saudi, Korea Selatan, dan Australia benar-benar akan dibuka sesuai dengan laporan pasar saat ini, serta seperti apa aturan akhirnya, tetap perlu dikonfirmasi melalui informasi resmi dari TikTok Shop.
Namun seller tidak harus menunggu sampai pasar resmi dibuka untuk mulai melakukan persiapan.
Yang lebih penting adalah membangun kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk memasuki pasar baru.
Pertama, lakukan riset pasar sejak awal.
Pahami konsumen lokal, rentang harga, kategori populer, preferensi konten, serta kompetitor utama sebelum pasar resmi dibuka.
Kedua, bangun sistem product testing dalam skala kecil.
Pada tahap awal, jangan langsung mengejar scale. Pertahankan fleksibilitas pada produk, konten, harga, dan inventory agar mudah melakukan eksperimen.
Ketiga, mulai membangun creator pool lebih awal.
Jangan menunggu produk diluncurkan baru mulai mencari creator. Memahami ekosistem creator lokal lebih awal dapat mempercepat proses pengujian konten ketika pasar sudah aktif.
Keempat, siapkan compliance sejak awal.
Pajak, sertifikasi produk, aturan impor, dan perlindungan konsumen dapat berbeda secara signifikan di setiap negara. Peluang pasar baru tidak berarti persyaratan tersebut menjadi lebih longgar.
Kelima, bangun proses operasional yang dapat digunakan kembali.
Nilai sebenarnya dari berhasil memasuki satu pasar bukan sekadar mengingat beberapa produk yang pernah laku. Yang lebih penting adalah membangun metode testing yang dapat diterapkan kembali di pasar berikutnya.

Peluang Sebenarnya di Pasar Baru Bukan Sekadar "Persaingan Lebih Rendah"
Ekspansi global TikTok Shop memberikan lebih banyak pilihan bagi seller cross-border.
Namun nilai sebuah pasar baru tidak pernah hanya ditentukan oleh rendahnya tingkat persaingan.
Arab Saudi membutuhkan pemahaman mengenai konsumen dan budaya Timur Tengah. Korea Selatan membutuhkan kualitas konten yang kuat serta pemahaman terhadap pasar yang sudah matang. Australia membutuhkan keseimbangan antara keunggulan konten berbahasa Inggris dan persyaratan lokal.
Ketiga pasar tersebut memiliki peluang yang berbeda, sehingga strategi masuknya juga tidak seharusnya sama.
Bagi seller, pendekatan yang lebih rasional bukanlah mempertaruhkan semuanya pada apa yang disebut sebagai "blue ocean berikutnya", tetapi membangun kemampuan untuk menguji pasar lebih awal dan menggunakan data nyata untuk menentukan ke mana sumber daya harus diarahkan.
Ketika pasar baru benar-benar dibuka, seller yang mampu menemukan produk, format konten, dan creator yang tepat dengan cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk menangkap pertumbuhan awal dibandingkan seller yang hanya sibuk menimbun inventory.
Peluang pasar baru mungkin hanya datang sekali. Tetapi sistem pengujian pasar yang matang dapat membantu seller memasuki pasar berikutnya berulang kali.

